0
Your cart
Your cart is empty.
Please go to Shop Now
Produk Harga Jumlah Subtotal

6 Warna Keputihan ini Wajib Kamu Ketahui

Warna Keputihan

Direview oleh

dr. Meira Fitriah, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Klinik Spesialis Kulit Seby Clinic Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah

Basah dan tidak menyenangkan mungkin yang terlintas di benak banyak wanita ketika berbicara tentang vagina. Pada wanita, warna keputihan (duh tubuh) merupakan kondisi yang dikeluhkan sebagian besar orang. Ya, kondisi keluarnya lendir atau cairan dari vagina ini sering membuat bingung para wanita. Selain itu, lendir atau cairan dari vagina sering berubah warna. Hal ini sering menimbulkan pertanyaan, apakah kondisi ini normal? Kabar baiknya, keputihan sebenarnya adalah cara alami tubuh untuk menjaga kebersihan dan kelembapan organ kewanitaan. Cairan tersebut diproduksi oleh kelenjar vagina dan leher rahim, yang mengangkut sel-sel mati dan bakteri ke luar, sehingga organ intim terlindungi dari infeksi. Namun, setiap keputihan memiliki arti tersendiri bagi kesehatan Anda.

Simak indikator warna keputihan di bawah ini.

1. Bening

Warna Keputihan (Bening)
Gambar 1. Warna Bening (sumber: Flo)

Warna keputihan (duh tubuh) yang umum dan normal yaitu berwarna bening atau agak putih. Kondisi sehat pada umumnya adalah ketika keputihan terasa licin atau memiliki tekstur seperti putih telur. Ini adalah cara yang sehat bagi tubuh untuk membuang sel-sel mati dan menyeimbangkan diri. Keputihan bening yang meningkat juga bisa menjadi tanda gairah seksual untuk kehamilan.

2. Putih Krem ​​​​atau Putih Susu

Warna Keputihan (Putih)
Gambar 2. Warna Putih Krem (sumber: Flo)

Warna keputihan yang berupa putih seperti kulit telur atau krem merupakan kondisi yang normal. Kondisi ini dianggap wajar jika tidak dikaitkan dengan tekstur dan aroma tertentu. Beberapa ahli merangkum bahwa warna vagina ini bisa terjadi akibat lubrikasi alami vagina. Meskipun keputihan ini mungkin normal, terkadang merupakan gejala infeksi jamur Candida albicans. Menurut beberapa ahli pula, kondisi tersebut tidak normal jika muncul gejala lain seperti bau amis, gatal dan perih di sekitar vagina, perih saat berhubungan, kemerahan atau bengkak.

3. Merah Muda

Warna Keputihan (Pink)
Gambar 3. Warna Merah Muda (sumber: Flo)

Warna keputihan tipis merah muda seringkali hanya merupakan tanda dimulainya menstruasi. Ini juga bisa menjadi tanda awal kehamilan. Iritasi setelah berhubungan juga bisa menyebabkan keputihan berwarna merah muda. Meski hal ini normal pada beberapa kasus, kondisi ini juga bisa menjadi pertanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

4. Merah hingga menjadi Kecokelatan

Warna Keputihan (Cokelat)
Gambar 4. Warna Kecokelatan (sumber: Flo)

Warna keputihan berupa merah atau coklat biasanya merupakan hasil dari pendarahan menstruasi. Jika Anda masih mengalami menstruasi, itu normal. Namun, jika Anda mengalaminya sepanjang bulan, bisa jadi itu pertanda adanya masalah kesehatan, seperti infeksi. Dikutip dari Medical News Today, jika kondisi ini terjadi selama menopause atau jika Anda tidak mengalami menstruasi selama setidaknya satu tahun, segera temui dokter Anda. Ini bisa menjadi tanda kanker endometrium.

5. Kuning hingga Kehijauan

Warna Keputihan (Hijau)
Gambar 5. Warna Kuning hingga Kehijauan (sumber: Flo)

Jika warna keputihan sedikit kekuningan, mungkin masih normal. Ini bisa disebabkan oleh makanan atau suplemen yang Anda konsumsi. Namun, jika Anda mengalami keputihan yang berwarna kuning tua hingga kuning kehijauan, itu adalah tanda infeksi bakteri atau PMS. Jika Anda memiliki bau yang tidak sedap, Anda harus segera memeriksakan diri ke dokter. Keputihan lain dengan warna ini bisa disertai rasa gatal dan perih.

6. Abu-abu

Warna Keputihan (Abu-abu)
Gambar 6. Warna Abu-Abu (sumber: Flo)

Jika Anda mengalami warna keputihan berupa abu-abu, bisa dipastikan itu tidak normal. Warna ini merupakan tanda bakteri vaginosis (BV), infeksi yang sangat umum terjadi pada wanita. Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda melihat gejala seperti gatal, nyeri, sensasi terbakar saat buang air kecil, bau tidak sedap yang kuat, tekstur berbusa, tekstur seperti keju cottage, kemerahan pada vagina atau pendarahan di luar siklus menstruasi.

Jika keputihan tidak mengganggu atau mengarah pada keputihan yang normal, tidak ada alasan untuk khawatir. Namun jika keputihan disertai dengan gejala lain yang menandakan keputihan yang tidak normal, segera konsultasikan ke dokter. Seby Clinic memiliki dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin yang sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab keputihan yang tidak normal tersebut. Bila penyebabnya diketahui, dokter dapat meresepkan pengobatan yang sesuai.

Tabel Warna Keputihan

Gambar 7. Tabel Warna Keputihan (sumber: Webmd.com)

Segera konsultasikan secara online sekarang juga atau datang ke klinik Seby Clinic terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya!

Bagikan:

Facebook
Telegram
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru

Dapatkan Info Terbaru

Langganan ke Newsletter Mingguan Kami!

Tidak ada spam, hanya notifikasi terkait artikel dan produk baru kami

Kategori

Lihat Pula

Artikel Terkait

Scroll to Top