0
Your cart
Your cart is empty.
Please go to Shop Now
Produk Harga Jumlah Subtotal

Kenali 4 Jenis Infeksi Jamur Kulit dan Cara Terbaik Mengatasinya

Jamur Kulit

Direview oleh

dr. Meira Fitriah, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Klinik Spesialis Kulit Seby Clinic Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah

Infeksi jamur merupakan infeksi kulit yang paling sering terjadi dan dapat terjadi pada semua kelompok umur. Ada infeksi jamur pada kulit yang menular dan sering mempengaruhi kesehatan. Itulah mengapa penting untuk menentukan penyebab dan mengobati infeksi jamur.

Infeksi jamur kulit biasanya disebabkan oleh jamur Trichophyton, Epidermophyton, Microsporum, Candida ataupun Malassezia. Infeksi jamur ringan biasanya menyebabkan ruam. Meski ruam tidak berbahaya, namun menyebabkan gatal dan penampilan yang tidak nyaman.

Sebagian besar jamur berkembang biak dengan spora di udara. Oleh karena itu, infeksi jamur paling sering menyerang bagian luar tubuh manusia, seperti kulit dan kuku. Orang yang aktif bergerak dan berkeringat berisiko tinggi terkena infeksi jamur kulit, terutama jika tidak menjaga kebersihan diri.

Selain itu, bayi dan balita yang memakai popok serta penderita diabetes  juga rentan terhadap infeksi jamur kulit. 

Jenis Infeksi Jamur Kulit

Berikut ini adalah jenis infeksi jamur kulit yang paling umum:

1. Dermatofitosis (Tingworm)

Jamur kulit
Gambar 1. Dermatofitosis pada kulit (sumber: wikimedia.org)

Infeksi jamur ini ditandai dengan ruam yang bulat, kemerahan, dan gatal. Warna merah pada tepi lingkaran lebih jelas.Kurap bisa menular tetapi biasanya tidak parah. Infeksi ini dapat mengenai kulit kepala, wajah, leher atau bagian tubuh lainnya. 

2. Tinea pedis atau kutu air

Jamur Kulit
Gambar 2. Tinea Pedis atau kutu air (sumber: Wikimedia.org)

Gejala tinea pedis antara lain kulit kaki mengelupas dan pecah-pecah, kulit melepuh dan memerah, serta gatal dan perih. Infeksi jamur ini menular dan biasanya terjadi di sela-sela jari kaki. Atlet yang selalu memakai kaus kaki berisiko lebih tinggi tertular infeksi jamur kulit ini.

3. Tinea cruris

Jamur Kulit
Gambar 3 Tinea cruris (sumber: DermNetNZ.org)

Tinea cruris adalah infeksi jamur menular yang sering terjadi pada lipatan-lipatan kulit yang hangat dan lembab seperti kelamin, bokong, dan selangkangan. Area kulit yang terinfeksi tampak merah, gatal dan nyeri. Kondisi ini sering terjadi pada pria remaja dan dewasa, atau pada orang yang sering memakai celana ketat.

4. Kandidiasis pada kulit

Jamur kulit
Gambar 4. Candidiasis (sumber: Clevelandclinic.org)

Infeksi kulit jamur ini disebabkan oleh jamur Candida dan tidak menular. Kandidiasis kulit dapat muncul di bagian tubuh mana saja, tetapi paling sering terjadi di tempat yang hangat dan lembab seperti selangkangan dan ketiak. Kulit yang terinfeksi Candida tampak merah dan gatal. 

Pengobatan Terhadap Jamur Kulit

Pengobatan yang sering dilakukan jika terinfeksi jamur pada kulit ialah pemakaian obat antijamur, utamanya yang bentuk oles seperti salep atau krim. Obat antijamur bekerja dengan cara menghancurkan dinding sel jamur dan menghambat pertumbuhan sel jamur.

Obat-obatan antijamur yang umum dipakai untuk pengobatan dari infeksi jamur kulit adalah:

  • Antijamur oles (topikal), yaitu obat antijamur yang dioleskan langsung ke kulit, rambut, atau kuku.
  • Antijamur minum (oral), yaitu obat antijamur yang tersedia dalam bentuk kapsul, tablet, atau cairan dan biasanya diberikan jika area yang terinfeksi sangat luas dan tidak dapat diobati dengan antijamur topikal.

Antijamur topikal tersedia dalam berbagai bentuk, merek, dan kekuatan untuk menghilangkan jamur. Umumnya, obat antijamur yang dijual bebas mengandung klotrimazol, mikonazol, nistatin, ketokonazol, atau kombinasi bahan-bahan tersebut.

Obat antijamur harus digunakan sesuai aturan pemakaian. Obat ini juga harus digunakan selama beberapa hari setelah ruam hilang untuk membunuh jamur yang tersisa.

Walaupun bisa menyerang siapa saja, bukan berarti tidak bisa dicegah. Berikut adalah beberapa cara untuk mencegah infeksi jamur kulit:

  • Jagalah kebersihan kulit, terutama jika Anda aktif, suka berolahraga atau rutin mengikuti kegiatan di luar ruangan
  • Segera keringkan kulit jika basah atau berkeringat
  • Ganti pakaian dalam dan kaus kaki setiap hari
  • Biarkan sepatu mengering dan hindari membasahi bagian dalam sepatu
  • Jangan berbagi handuk, pakaian dalam, dan pakaian dengan orang lain
  • Kenakan pakaian yang menyerap keringat saat berolahraga
  • Jangan gunakan celana yang terlalu ketat

Jika Anda sudah mencoba obat antijamur yang dijual bebas namun infeksi jamur yang Anda alami tidak kunjung membaik atau bahkan semakin parah, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Beri tahu juga dokter Anda tentang konsumsi obat lain untuk mencegah risiko interaksi obat.

Seby Clinic memiliki dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin yang sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab infeksi jamur kulit tersebut. Bila penyebabnya diketahui, dokter dapat meresepkan pengobatan yang sesuai.Segera konsultasikan secara online sekarang juga atau datang ke klinik Seby Clinic terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya!

Referensi
  • Aaron, D. MSD Manual (2022). Overview of Fungal Skin Infections.

  • Centers for Disease Control and Prevention (2021). Fungal Disease.

  • Centers for Disease Control and Prevention (2019). Types of Fungal Diseases.

  • Grey, H. Healthline (2019). Everything You Need to Know About Fungal Infection.

  • WebMD (2022). Fungal Infections of the Skin.

Bagikan:

Facebook
Telegram
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru

Dapatkan Info Terbaru

Langganan ke Newsletter Mingguan Kami!

Tidak ada spam, hanya notifikasi terkait artikel dan produk baru kami

Kategori

Lihat Pula

Artikel Terkait

Scroll to Top