0
Your cart
Your cart is empty.
Please go to Shop Now
Produk Harga Jumlah Subtotal

Kenali Melasma dan 5 Cara Mudah Pencegahannya

Melasma

Direview oleh

dr. Meira Fitriah, Sp.KK, Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin di Klinik Spesialis Kulit Seby Clinic Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah

Melasma adalah bintik-bintik yang berwarna coklat atau lebih gelap dari warna kulit. Melasma biasanya terjadi pada kulit wajah dan lebih sering terjadi pada wanita terutama ibu hamil. Melasma atau kloasma kebanyakan terjadi pada kulit wajah, terutama pada bagian pipi, dahi dan dagu. Meski kondisi kulit ini jarang terjadi, namun bisa muncul di lengan atau leher. Melasma adalah kondisi yang tidak berbahaya dan dapat hilang dengan sendirinya atau dengan bantuan dokter.

Faktor Penyebab

Penyebab Melasma
Gambar 1. Paparan sinar matahari berlebihan dapat menjadi penyebab

Melasma terjadi ketika kulit memproduksi lebih banyak melanin di area tertentu. Melanin ekstra ini menghasilkan bintik-bintik coklat atau lebih gelap dibandingkan dengan warna kulit. Produksi melanin yang berlebihan dapat disebabkan oleh faktor-faktor berikut:

  • Genetika
  • Paparan sinar matahari
  • Hormonal, terutama selama kehamilan, saat menggunakan kontrasepsi hormonal atau perawatan hormonal
  • Hipotiroidisme
  • Stres
  • Penggunaan produk perawatan kulit dan kosmetik dengan wewangian
  • Penyinaran alat dengan sinar ultraviolet untuk menggelapkan kulit (solarium)
  • Penggunaan obat-obatan tertentu seperti antikonvulsan, dietilstilbestrol kanker prostat, antibiotik, obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID), dan retinoid

Gejala

Melasma ditandai dengan bintik-bintik coklat di dahi, pipi, hidung, dan dagu. Meski bintik-bintik ini jarang terjadi, bintik-bintik ini juga bisa muncul di leher, lengan, atau punggung tangan.

Selain bercak coklat pada kulit, penyakit kulit ini tidak menimbulkan gejala lain seperti rasa terbakar, nyeri atau gatal. Namun, penyakit kulit dapat mempengaruhi penampilan dan mempengaruhi rasa percaya diri.

Diagnosis

Dalam proses pendiagnosaan, umumnya dokter akan mengajukan pertanyaan tentang gejala yang dialami dan riwayat kesehatan pasien yang bersangkutan. Selain itu, dokter akan menanyakan pula apakah pasien hamil atau memakai kontrasepsi hormonal. Dokter kemudian memeriksa kulit untuk menentukan bintik-bintik yang muncul.

Pasien juga dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan tiroid. Jika diduga ada kondisi lain, dokter akan melakukan biopsi kulit. Tes ini dilakukan dengan mengambil sampel kulit pasien untuk diperiksa di laboratorium. 

Pengobatan

Pengobatan Melasma (Seby Clinic)
Gambar 2. Pengobatan Melasma dengan Terapi Laser (sumber: wikimedia.org)

Melasma yang disebabkan oleh perubahan hormon selama kehamilan bisa hilang setelah melahirkan. Pada saat yang sama, melasma yang disebabkan oleh obat-obatan tertentu dapat disembuhkan setelah pasien berhenti minum obat tersebut.

Jika penyakit kulit ini tampak mengganggu penampilan, penderitanya bisa memakai kosmetik untuk menyembunyikan bintik hitam tersebut. Jika cara ini kurang efektif, dokter mungkin akan menyarankan tindakan pengobatan, antara lain:

Sunscreen

Paparan sinar matahari yang terlalu lama dapat memperburuk melasma atau menimbulkan bintik-bintik baru. Untuk mengatasi kondisi ini, dokter menganjurkan pasien secara rutin menggunakan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi.

Krim

Dokter mungkin meresepkan obat topikal yang mengandung hidrokuinon, tretinoin, kortikosteroid, atau vitamin C. Obat ini menutupi bercak coklat pada kulit akibat melasma.

Chemical Peeling

Jika melasma sulit dihilangkan dengan penggunaan tabir surya atau obat-obatan secara teratur, dokter mungkin menyarankan pengelupasan kimiawi. Dalam metode ini, bahan kimia dioleskan ke permukaan kulit yang terkena.

Terapi Laser

Perawatan laser dapat dilakukan untuk menutupi area yang kecokelatan dengan mendorong pembentukan sel kulit baru. Perawatan ini dapat dilakukan bila melasma belum berhasil diobati dengan perawatan lain, termasuk chemical peeling.

Komplikasi

Melasma yang tidak diobati bisa sangat mengganggu sehingga penderitanya kurang percaya diri. Namun, mengobati penyakit ini dengan obat topikal juga membawa risiko reaksi alergi dan peradangan kulit.

Pada saat yang sama, perawatan dengan laser dapat menyebabkan komplikasi berupa hiperpigmentasi atau jaringan parut.

Pencegahan

Pencegahan Melasma (Seby Clinic)
Gambar 3. Pencegahan Melasma (sumber: flickr.com)

Dalam kebanyakan kasus, penyakit kulit ini sulit dicegah, terutama akibat keturunan dan kehamilan. Namun, disarankan untuk menjaga kesehatan kulit untuk mengurangi risiko terkena penyakit ini. Beberapa upaya yang dapat dilakukan adalah:

  1. Lindungi kulit Anda dari terik matahari dengan mengenakan baju lengan panjang, topi, kacamata hitam, dan tabir surya dengan SPF 30 atau lebih tinggi
  2. Pilih produk skincare yang bebas pewangi dan memiliki tekstur lembut
  3. Hindari perawatan kulit dengan tanning bed
  4. Makanlah makanan yang baik untuk kesehatan kulit dan makanan yang merupakan sumber vitamin D yang baik seperti ikan laut, jamur, susu, dan telur
  5. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai penggunaan kontrasepsi hormonal.

Kapan Sebaiknya Menemui Dokter?

Konsultasikan dengan dokter Anda jika Anda merasa tidak aman dengan melasma Anda. Dokter juga harus segera dikonsultasikan untuk komedo yang tumbuh dengan cepat atau menyebabkan rasa sakit.

Untuk mengetahui penyebab gejala tersebut harus segera dilakukan pemeriksaan, karena gejala penyakit kulit lainnya dapat menyerupai tanda melasma.

Seby Clinic memiliki dokter spesialis kesehatan kulit dan kelamin yang sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab melasma tersebut. Bila penyebabnya diketahui, dokter dapat meresepkan pengobatan yang sesuai.Segera konsultasikan secara online sekarang juga atau datang ke klinik Seby Clinic terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat dari ahlinya!

Referensi
  • American Academy of Dermatology Association (2022). Melasma: Overview.

  • Cleveland Clinic (2020). Disease & Conditions. Melasma.

  • Oakley, A. DermNet New Zealand (2020). Melasma.

  • National Institutes of Health (2020). MedlinePlus. Melasma.

  • Palmer, A. Verywell Health (2021). An Overview of Melasma.

Bagikan:

Facebook
Telegram
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Artikel Terpopuler

Artikel Terbaru

Dapatkan Info Terbaru

Langganan ke Newsletter Mingguan Kami!

Tidak ada spam, hanya notifikasi terkait artikel dan produk baru kami

Kategori

Lihat Pula

Artikel Terkait

Scroll to Top