5 Fakta Penting Tentang Keloid yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Salah Penanganan

5 Fakta Penting Tentang Keloid yang Wajib Kamu Ketahui Sebelum Salah Penanganan

Keloid Makin Besar Tapi Kamu Masih Andalkan Salep? Baca Ini Dulu

Banyak orang yang memiliki keloid mencoba berbagai cara mandiri untuk menghilangkannya, mulai dari mengoleskan salep, menempelkan plester khusus keloid yang dijual bebas, hingga menggunakan berbagai ramuan topikal yang diklaim bisa memudarkan jaringan parut. Uang sudah dikeluarkan, waktu sudah dihabiskan, namun keloid tidak kunjung mengecil bahkan tidak jarang justru terus membesar.

Mengapa bisa begitu?

Dalam sebuah video edukasi yang bisa kamu tonton langsung di TikTok Seby Clinic, dr. Muhammad Ulil Albab dari Seby Clinic memberikan jawaban yang sangat jelas dan tegas ketika ditanya apakah keloid bisa pudar hanya dengan salep atau plester saja. Jawabannya: tidak bisa.

Beliau menjelaskan bahwa keloid adalah jaringan yang tumbuh, dan jaringan yang bertumbuh memerlukan tindakan medis yang tepat, bukan sekadar produk oles. Artikel ini akan mengulas 5 fakta penting tentang keloid yang wajib kamu pahami agar tidak salah dalam penanganan.

Apa Sebenarnya Keloid Itu?

Sebelum membahas fakta-faktanya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan keloid secara medis.

Keloid adalah jaringan parut yang tumbuh berlebihan melampaui batas luka aslinya akibat produksi kolagen yang berlebihan selama proses penyembuhan luka. Berbeda dari jaringan parut biasa, keloid tidak berhenti tumbuh meski luka sudah sembuh dan bisa terus meluas ke area kulit yang sebelumnya tidak terluka sama sekali.

Keloid bisa muncul di mana saja di tubuh, namun paling sering dijumpai di area dada, bahu, punggung atas, telinga, dan pipi. Pemicunya bisa beragam, mulai dari bekas luka operasi, luka bakar, bekas jerawat yang meradang, tindikan, tato, hingga luka kecil seperti goresan atau gigitan serangga.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), keloid lebih umum dijumpai pada orang dengan kulit yang lebih gelap dan memiliki kecenderungan genetik yang kuat, artinya jika orang tua atau anggota keluargamu memiliki keloid, risiko kamu untuk mengalaminya juga lebih tinggi.

1. Salep dan Plester Tidak Bisa Menghilangkan Keloid

Ini adalah fakta yang paling penting dan yang paling sering diabaikan oleh banyak orang. dr. Muhammad Ulil Albab dengan sangat jelas menyampaikan dalam video TikTok Seby Clinic bahwa mengobati keloid dengan krim atau plester tidak akan mengubah apapun pada keloidnya.

Alasan medisnya cukup mendasar: keloid adalah jaringan yang tumbuh ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam, bukan sekadar perubahan warna atau tekstur di permukaan kulit. Produk topikal seperti salep, krim, atau plester hanya bisa bekerja pada lapisan paling luar kulit dan tidak mampu menjangkau inti jaringan keloid yang berada di lapisan dermis.

Saat kamu mengoleskan salep anti-keloid atau menempelkan plester silikon, yang terjadi mungkin hanya sedikit pelembapan atau penghalusan permukaan kulit di sekitar keloid, namun jaringan fibrotik yang membentuk keloid itu sendiri sama sekali tidak terpengaruh.

Ini bukan berarti produk-produk tersebut tidak ada manfaatnya sama sekali. Plester silikon misalnya, dalam beberapa penelitian terbukti bisa membantu mencegah terbentuknya keloid baru pada luka segar jika digunakan sedini mungkin setelah luka terbentuk. Namun untuk keloid yang sudah ada dan sudah terbentuk, pendekatan ini tidak akan efektif menghilangkannya.

2. Keloid Adalah Jaringan yang Tumbuh dan Memerlukan Tindakan Medis

Seperti yang ditekankan dr. Muhammad Ulil Albab, keloid bukan sekadar bekas luka biasa. Keloid adalah jaringan yang aktif bertumbuh, dan jaringan yang bertumbuh memerlukan tindakan medis yang lebih dari sekadar perawatan topikal.

Secara histologis, keloid terbentuk dari produksi kolagen yang tidak terkendali oleh sel-sel fibroblas di area luka. Pada proses penyembuhan luka yang normal, produksi kolagen akan berhenti begitu luka menutup. Namun pada keloid, fibroblas terus memproduksi kolagen secara berlebihan jauh melampaui kebutuhan penyembuhan, sehingga terbentuk massa jaringan yang tebal, keras, dan terus meluas.

Karena sifatnya yang aktif tumbuh inilah, keloid memerlukan intervensi yang bisa secara langsung menghentikan atau mengendalikan aktivitas fibroblas yang berlebihan tersebut. Hal ini hanya bisa dicapai melalui tindakan medis yang dilakukan oleh dokter spesialis kulit dan kelamin.

Menurut National Library of Medicine (NIH), penanganan keloid yang paling efektif selalu melibatkan pendekatan klinis seperti injeksi kortikosteroid, krioterapi, atau prosedur bedah, bukan produk yang digunakan secara mandiri.

3. Keloid Memerlukan Kombinasi Treatment, Bukan Satu Prosedur Saja

Salah satu hal yang paling penting untuk dipahami tentang keloid adalah bahwa penanganannya jarang berhasil dengan satu jenis tindakan saja. dr. Muhammad Ulil Albab secara eksplisit menyampaikan dalam video TikToknya bahwa keloid tidak bisa dengan satu treatment, dia perlu kombinasi.

Pendekatan kombinasi dalam penanganan keloid umumnya melibatkan beberapa modalitas yang digunakan secara bersamaan atau berurutan sesuai kondisi keloid masing-masing pasien. Penanganan yang paling umum adalah injeksi kortikosteroid seperti triamcinolone acetonide yang disuntikkan langsung ke dalam massa keloid untuk menekan aktivitas fibroblas dan mengurangi peradangan. Injeksi ini biasanya perlu dilakukan beberapa kali dengan interval tertentu untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Pada kasus keloid yang lebih besar, prosedur operasi kecil untuk mengangkat sebagian atau seluruh massa keloid mungkin diperlukan. Namun operasi saja tanpa tindak lanjut memiliki risiko kekambuhan yang cukup tinggi, itulah mengapa operasi hampir selalu dikombinasikan dengan injeksi kortikosteroid atau modalitas lain setelahnya.

Modalitas lain yang bisa dikombinasikan antara lain krioterapi atau pembekuan jaringan keloid, terapi laser untuk mengurangi kemerahan dan ketebalan keloid, serta penggunaan plester silikon sebagai terapi pendukung pasca-tindakan untuk mencegah kekambuhan.

Semua keputusan mengenai kombinasi treatment yang paling tepat akan ditentukan oleh dokter berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap karakteristik keloid, lokasi, ukuran, usia keloid, dan kondisi kulit secara keseluruhan.

4. Keloid yang Semakin Besar dan Gatal Adalah Tanda Harus Segera ke Dokter

Salah satu pesan yang sangat penting dari dr. Muhammad Ulil Albab dalam video TikTok Seby Clinic adalah: kalau ada keloid, apalagi kalau dia makin besar dan gatal, kalau bisa segera konsultasikan ke dokter.

Pertumbuhan aktif dan rasa gatal pada keloid adalah dua tanda yang tidak boleh diabaikan. Keloid yang terus membesar menunjukkan bahwa proses produksi kolagen berlebih masih berlangsung aktif di bawah kulit. Semakin lama dibiarkan, semakin besar massa keloid yang harus ditangani, dan semakin kompleks pula prosedur yang diperlukan untuk mengendalikannya.

Rasa gatal pada keloid juga merupakan tanda aktivitas sel yang masih berlangsung. Keloid yang aktif tumbuh seringkali disertai rasa gatal, nyeri tekan, atau sensasi terbakar yang bisa sangat mengganggu kenyamanan sehari-hari dan bahkan mengganggu tidur pada kasus yang lebih parah.

Selain itu, keloid yang terus dibiarkan tanpa penanganan bisa menyebabkan gangguan fungsional, terutama jika lokasinya berada di area sendi atau bagian tubuh yang sering bergerak. Keloid di area persendian bisa membatasi rentang gerak dan menimbulkan ketidaknyamanan kronis.

Semakin awal keloid ditangani, semakin besar kemungkinan hasil treatment yang optimal. Penundaan penanganan justru membuat keloid semakin sulit dikendalikan dan meningkatkan risiko kekambuhan setelah treatment.

5. Keloid Bisa Kambuh dan Memerlukan Pemantauan Jangka Panjang

Salah satu karakteristik keloid yang membedakannya dari jenis jaringan parut lain adalah kecenderungannya untuk kambuh. Bahkan setelah menjalani treatment yang berhasil mengecilkan atau mengangkat keloid, ada kemungkinan keloid tumbuh kembali jika tidak diikuti dengan pemantauan dan perawatan pencegahan yang tepat.

Itulah mengapa penanganan keloid tidak bisa dipandang sebagai prosedur sekali jalan. Pasien keloid memerlukan follow-up dan kontrol rutin bersama dokter untuk memantau apakah ada tanda-tanda kekambuhan dan mengambil tindakan pencegahan sedini mungkin jika diperlukan.

Menurut American Society for Dermatologic Surgery (ASDS), tingkat kekambuhan keloid pasca-tindakan bisa mencapai 45 hingga 100 persen jika hanya dilakukan operasi pengangkatan saja tanpa terapi adjuvan tambahan. Itulah mengapa kombinasi treatment dan pemantauan jangka panjang oleh dokter spesialis menjadi sangat krusial dalam penanganan keloid yang komprehensif.

Dokter di Seby Clinic memahami kompleksitas penanganan keloid ini dan selalu merancang program perawatan yang mencakup tidak hanya tindakan awal, tetapi juga rencana pemantauan dan pencegahan kekambuhan yang terstruktur untuk setiap pasiennya.

Kapan Harus Segera Memeriksakan Keloid ke Dokter?

Berdasarkan penjelasan dr. Muhammad Ulil Albab dalam video TikTok Seby Clinic dan berbagai referensi medis, ada beberapa kondisi yang menjadi tanda bahwa kamu harus segera memeriksakan keloidmu ke dokter spesialis kulit dan kelamin:

Pertama, keloid yang terus membesar dalam beberapa minggu atau bulan terakhir menandakan proses pertumbuhan masih aktif dan memerlukan intervensi segera sebelum ukurannya semakin sulit ditangani.

Kedua, keloid yang terasa gatal, nyeri, atau menimbulkan sensasi terbakar merupakan tanda aktivitas sel yang masih berlangsung dan bisa sangat mengganggu kualitas hidup sehari-hari.

Ketiga, keloid yang secara estetika mengganggu kepercayaan diri, terutama yang berlokasi di area yang mudah terlihat seperti wajah, leher, atau lengan.

Keempat, keloid yang membatasi gerak atau fungsi tubuh, terutama jika berlokasi di area persendian.

Kelima, kamu sudah mencoba berbagai produk topikal selama berbulan-bulan namun tidak ada perubahan yang signifikan pada ukuran atau penampilan keloid.

Konsultasikan Keloidmu dengan Dokter Spesialis di Seby Clinic

Jika kamu atau orang terdekatmu memiliki keloid, khususnya yang menunjukkan tanda-tanda masih aktif tumbuh, jangan tunda lagi untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin. Untuk penjelasan lebih lengkap dari dr. Muhammad Ulil Albab mengenai keloid, kamu bisa menonton langsung videonya di TikTok Seby Clinic dan follow akun TikTok Seby Clinic untuk konten edukasi kesehatan kulit lainnya.

Seby Clinic adalah klinik spesialis kulit dan kecantikan yang telah berdiri sejak tahun 2000 dan telah menangani lebih dari 100.000 pasien. Dengan tim dokter spesialis dermatologi yang berpengalaman, Seby Clinic siap memberikan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi keloidmu dan merancang program penanganan yang paling tepat, aman, dan personal.

Kamu bisa memulai dengan konsultasi online yang mudah melalui WhatsApp di nomor 082120583132, atau datang langsung ke salah satu dari lima klinik Seby Clinic yang berlokasi di Semarang, Cirebon, Kaliwungu, Purwodadi, dan Indramayu untuk konsultasi tatap muka langsung dengan dokter spesialis.

Kesimpulan

Keloid bukan sekadar bekas luka yang bisa dihilangkan dengan salep atau plester. Keloid adalah jaringan yang aktif tumbuh dan memerlukan tindakan medis yang tepat, dilakukan oleh dokter spesialis, dengan kombinasi beberapa modalitas treatment sesuai kondisi spesifik masing-masing pasien.

Seperti yang ditegaskan dr. Muhammad Ulil Albab dalam video TikTok Seby Clinic, jika ada keloid yang semakin besar dan terasa gatal, jangan tunda untuk segera konsultasikan ke dokter. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang hasil treatment yang optimal dan semakin kecil risiko kekambuhan.

Jangan biarkan keloid mengganggu kenyamanan dan kepercayaan dirimu lebih lama. Hubungi Seby Clinic sekarang melalui WhatsApp 082120583132 atau kunjungi sebyclinic.co.id/layanan untuk mendapatkan penanganan keloid yang tepat dari dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman.


Artikel ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan konten edukasi dari dr. Muhammad Ulil Albab yang tersedia di TikTok Seby Clinic. Untuk diagnosis dan penanganan keloid yang tepat, selalu konsultasikan kondisimu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Seby Clinic.

Bagikan:

Facebook
Telegram
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Lihat Pula

Artikel Terkait

Keranjang Belanja
Scroll to Top