Biduran atau urtikaria sering disalahartikan sebagai penyakit menular. Banyak pasien merasa khawatir akan menularkan kondisi ini kepada orang di sekitarnya. Faktanya, biduran bukan merupakan penyakit infeksi, sehingga tidak disebabkan oleh virus maupun bakteri dan tidak dapat menular.
Biduran terjadi akibat reaksi alergi atau respons berlebihan sistem imun terhadap suatu pemicu tertentu. Salah satu faktor penting yang berperan dalam munculnya biduran adalah faktor genetik atau keturunan. Seseorang memiliki risiko lebih tinggi mengalami biduran apabila terdapat riwayat alergi dalam keluarganya.
Pada umumnya, keluarga dengan riwayat biduran juga memiliki kecenderungan mengalami kondisi lain yang termasuk dalam kelompok atopi. Atopi adalah kondisi bawaan yang menyebabkan seseorang lebih mudah mengalami reaksi alergi. Manifestasi atopi dapat berbeda-beda pada setiap individu, antara lain berupa:
- asma,
- dermatitis atopik (eksim),
- gatal-gatal kronis,
- maupun biduran.
Meskipun gejala yang muncul bisa berbeda, baik di kulit maupun di saluran pernapasan, seluruh kondisi tersebut memiliki dasar mekanisme yang sama, yaitu kecenderungan alergi pada sistem imun tubuh.
Oleh karena itu, penanganan biduran tidak berfokus pada pengobatan infeksi, melainkan pada pengendalian reaksi alergi dan pemicu yang mendasarinya. Pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter sangat dianjurkan, terutama jika biduran sering kambuh, berlangsung lama, atau disertai keluhan lain.
Dengan pemahaman yang tepat, pasien diharapkan tidak lagi khawatir terhadap penularan biduran dan dapat memperoleh penanganan yang sesuai dengan kondisi medisnya.





