5 Fakta Penting Tentang Skintag yang Wajib Kamu Ketahui Menurut Dokter Spesialis

5 Fakta Penting Tentang Skintag yang Wajib Kamu Ketahui Menurut Dokter Spesialis

Benjolan Kecil di Leher Ini Skintag atau Bukan?

Pernahkah kamu memperhatikan munculnya benjolan-benjolan kecil bertangkai di area leher, ketiak, lipatan paha, atau kelopak mata? Banyak orang yang langsung panik ketika melihat pertumbuhan kecil di kulitnya dan langsung berpikir yang bukan-bukan. Apakah ini tanda penyakit berbahaya? Apakah ini tumor? Haruskah segera dioperasi?

Tenang. Besar kemungkinan yang kamu lihat itu adalah skintag, dan kabar baiknya, skintag sama sekali tidak berbahaya.

Dalam dua video edukasi yang bisa kamu tonton langsung di TikTok Seby Clinic, yaitu video pertama dan video kedua, dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE, dokter spesialis kulit dan kelamin dari Seby Clinic, menjawab berbagai pertanyaan seputar skintag dengan bahasa yang sangat mudah dipahami. Mulai dari penyebab, apakah berbahaya, boleh tidak dicabut sendiri, hingga kapan harus ke dokter, semua dibahas tuntas oleh beliau.

Artikel ini merangkum 5 fakta penting tentang skintag yang wajib kamu ketahui agar tidak salah dalam menyikapinya.

Apa Itu Skintag?

skintag

Sebelum masuk ke fakta-faktanya, penting untuk memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan skintag secara medis.

Skintag atau acrochordons adalah pertumbuhan kulit jinak yang berbentuk seperti benjolan kecil bertangkai, biasanya lunak, berwarna sama dengan kulit atau sedikit lebih gelap, dan ukurannya bisa berkisar dari beberapa milimeter hingga beberapa sentimeter. Skintag paling sering muncul di area tubuh yang mengalami gesekan berulang, seperti leher, ketiak, lipatan paha, area di bawah payudara, dan kelopak mata.

Menurut American Academy of Dermatology (AAD), skintag adalah salah satu pertumbuhan kulit jinak yang paling umum dijumpai dan diperkirakan memengaruhi hampir setengah dari populasi orang dewasa di seluruh dunia pada suatu titik dalam kehidupan mereka.

1. Skintag Tidak Berbahaya, Hanya Mengganggu Estetika

Ini adalah fakta pertama dan paling penting yang perlu kamu ketahui. Dalam video TikTok pertamanya, ketika ditanya apakah skintag yang muncul di leher berbahaya, dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE dengan tegas menjawab: tidak berbahaya. Beliau menjelaskan bahwa skintag adalah pertumbuhan jinak dari komponen kulit luar.

Ini adalah informasi yang sangat melegakan bagi banyak orang yang selama ini khawatir dengan kehadiran skintag di tubuh mereka. Skintag tidak bersifat kanker, tidak menular, dan tidak akan berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Dalam video TikTok keduanya, dr. Undang juga menegaskan bahwa jika skintag tidak mengganggu estetika, tidak perlu dilakukan tindakan apapun karena skintag tidak berbahaya dan boleh dibiarkan saja. Ini berarti keputusan untuk menghilangkan skintag sepenuhnya bersifat opsional dan bergantung pada apakah keberadaannya mengganggu kenyamanan atau kepercayaan dirimu.

Satu-satunya keluhan yang paling umum dari skintag adalah gangguan estetika dan kadang rasa tidak nyaman ketika skintag tersangkut pakaian, perhiasan, atau mengalami gesekan berulang yang menyebabkan iritasi ringan.

2. Ada 4 Penyebab Utama Skintag yang Perlu Kamu Ketahui

Masih dari video TikTok pertama Seby Clinic, dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE menjelaskan bahwa skintag terjadi karena empat faktor utama, yaitu gesekan, keturunan, hormon, dan obesitas.

Faktor Gesekan. Area tubuh yang sering mengalami gesekan berulang, baik gesekan kulit dengan kulit maupun kulit dengan pakaian atau aksesori, adalah lokasi yang paling rentan menjadi tempat tumbuhnya skintag. Itulah mengapa leher, ketiak, dan lipatan tubuh menjadi area yang paling sering ditumbuhi skintag.

Faktor Keturunan atau Genetik. Dalam video TikTok keduanya, dr. Undang menjelaskan bahwa skintag memiliki komponen genetik yang cukup kuat. Jika orang tua atau anggota keluargamu memiliki skintag, kemungkinan kamu juga akan mengalaminya lebih besar. Beliau menyebutnya sebagai “bakat seperti itu”, artinya ada predisposisi genetik yang berperan dalam terbentuknya skintag.

Faktor Hormon. Perubahan hormonal yang signifikan, seperti yang terjadi selama kehamilan, bisa meningkatkan risiko terbentuknya skintag baru. Ini menjelaskan mengapa banyak wanita melaporkan kemunculan skintag pertama kali atau pertumbuhan skintag yang lebih banyak selama masa kehamilan.

Faktor Obesitas. Kelebihan berat badan meningkatkan terjadinya lipatan-lipatan kulit yang saling bergesekan, sehingga secara otomatis meningkatkan risiko terbentuknya skintag. Penelitian menunjukkan bahwa skintag lebih umum dijumpai pada individu dengan indeks massa tubuh yang lebih tinggi, dan kemunculan skintag dalam jumlah banyak bisa menjadi salah satu tanda resistensi insulin atau diabetes tipe 2 yang perlu diwaspadai.

3. Skintag Bisa Dihilangkan dengan Bedah Listrik (Cauter) oleh Dokter

Jika skintag mengganggu estetika atau kenyamananmu, kabar baiknya adalah skintag bisa dihilangkan secara aman melalui tindakan medis. Dalam video TikTok pertamanya, dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE menjelaskan bahwa skintag bisa dihilangkan dengan bedah listrik atau yang dikenal sebagai electrocauter atau cauter.

Electrocauter adalah prosedur medis yang menggunakan alat berujung tajam dengan energi listrik untuk mengangkat skintag secara presisi. Prosedur ini tergolong tindakan minor yang tidak memerlukan rawat inap dan bisa dilakukan dalam waktu relatif singkat di klinik.

Di Seby Clinic, prosedur electrocauter tidak hanya digunakan untuk mengangkat skintag, tetapi juga untuk menangani berbagai pertumbuhan kulit jinak lainnya seperti kutil, tahi lalat, milia, syringoma, keratosis, dan komedo yang mengeras. Prosedur ini dilakukan oleh tenaga medis profesional bersertifikat sehingga hasilnya presisi, bersih, dan meminimalkan risiko bekas luka.

Menurut American Society for Dermatologic Surgery (ASDS), penghilangan skintag oleh dokter spesialis adalah prosedur yang sangat aman dengan tingkat keberhasilan yang tinggi dan risiko komplikasi yang sangat minimal.

4. Jangan Coba Mencabut Skintag Sendiri di Rumah

Ini adalah pesan yang sangat penting dari dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE dan tidak boleh diabaikan. Dalam video TikTok pertamanya, beliau dengan tegas melarang untuk mencabut skintag sendiri di rumah. Alasannya sangat jelas: nanti lukanya nggak bagus. Lebih baik ke profesional saja, ke dokter.

Banyak orang yang tergoda untuk mencoba menghilangkan skintag sendiri dengan berbagai cara, mulai dari mencabut dengan tangan atau pinset, memotong dengan gunting kuku, mengikat dengan benang untuk memutus aliran darahnya, hingga mengoleskan berbagai bahan kimia rumahan seperti cuka apel atau minyak pohon teh.

Semua metode mandiri ini memiliki risiko yang tidak boleh diremehkan. Mencabut atau memotong skintag sendiri bisa menyebabkan perdarahan yang sulit dikontrol karena skintag memiliki pembuluh darah kecil di dalamnya. Selain itu bisa menimbulkan luka yang tidak rapi dan berpotensi meninggalkan bekas luka yang lebih mengganggu dari skintag itu sendiri, risiko infeksi bakteri karena alat yang digunakan tidak steril, serta rasa sakit yang tidak perlu karena tidak menggunakan anestesi lokal seperti yang dilakukan dokter.

Menghilangkan skintag dengan aman dan hasil yang baik hanya bisa dicapai jika dilakukan oleh tenaga medis profesional menggunakan peralatan yang tepat dan steril, di lingkungan klinik yang terkontrol.

5. Kapan Skintag Perlu Diperiksakan ke Dokter dan Bagaimana Cara Mencegahnya

Dalam video TikTok keduanya, dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE juga menjawab dua pertanyaan penting lainnya seputar skintag, yaitu kapan harus ke dokter dan bagaimana cara mencegahnya.

Kapan harus ke dokter? Menurut dr. Undang, kamu perlu memeriksakan skintag ke dokter jika merasa keberadaannya mengganggu estetika atau kecantikan. Jika tidak terganggu, tidak perlu diapa-apakan karena skintag tidak berbahaya. Namun selain alasan estetika, ada beberapa kondisi lain yang sebaiknya mendorongmu untuk segera berkonsultasi dengan dokter, yaitu jika skintag tiba-tiba berubah warna, ukuran, atau bentuk secara signifikan dalam waktu singkat, jika skintag menimbulkan rasa sakit, gatal, atau berdarah tanpa sebab yang jelas, serta jika muncul skintag dalam jumlah sangat banyak secara tiba-tiba karena ini bisa menjadi tanda kondisi kesehatan tertentu yang perlu dievaluasi.

Bagaimana cara mencegah skintag? Dr. Undang menjelaskan dalam video TikTok keduanya bahwa jika tidak memiliki faktor keturunan genetik, skintag kemungkinan besar tidak akan muncul. Namun bagi yang memiliki predisposisi genetik, pencegahan total memang tidak bisa dilakukan. Yang bisa dilakukan adalah meminimalkan faktor risiko yang bisa dikontrol, seperti menjaga berat badan ideal untuk mengurangi lipatan kulit yang bergesekan, menghindari penggunaan pakaian atau aksesori yang terlalu ketat di area yang rentan, menjaga kebersihan dan kelembapan area lipatan tubuh agar tidak mudah iritasi, serta mengelola kadar gula darah dengan baik karena resistensi insulin dikaitkan dengan kemunculan skintag.

Jangan Biarkan Skintag Mengganggu Kepercayaan Dirimu

skintag

Jika skintag yang kamu miliki sudah mulai mengganggu penampilan atau kepercayaan dirimu, tidak perlu ragu untuk mencari penanganan profesional. Seperti yang disampaikan dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE, prosedur penghilangan skintag adalah tindakan yang aman, efektif, dan bisa dilakukan dengan cepat oleh tenaga medis yang berpengalaman.

Untuk mendengar langsung penjelasan lengkap dari dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE tentang skintag dalam bahasa yang santai dan mudah dipahami, jangan lewatkan dua video edukasinya di TikTok Seby Clinic: video pertama tentang penyebab dan cara menghilangkan skintag dan video kedua tentang cara mencegah dan kapan harus ke dokter.

Seby Clinic adalah klinik spesialis kulit dan kecantikan yang telah berdiri sejak tahun 2000 di bawah pimpinan dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE, dan telah membantu lebih dari 100.000 pasien wanita Indonesia. Dengan tim dokter spesialis kulit yang berpengalaman dan fasilitas medis yang lengkap, Seby Clinic siap memberikan penanganan skintag yang aman, presisi, dan memberikan hasil yang memuaskan.

Kamu bisa memulai dengan konsultasi online yang mudah melalui WhatsApp di nomor 082120583132, atau datang langsung ke salah satu dari lima klinik Seby Clinic yang berlokasi di Semarang, Cirebon, Kaliwungu, Purwodadi, dan Indramayu untuk konsultasi tatap muka langsung dengan dokter spesialis kulit.

Kesimpulan

Skintag adalah pertumbuhan kulit jinak yang tidak berbahaya dan tidak perlu ditakuti. Penyebabnya meliputi faktor gesekan, keturunan, hormon, dan obesitas, dan keberadaannya hanya perlu ditangani jika mengganggu estetika atau kenyamanan. Yang terpenting, jangan pernah mencoba mencabut atau memotong skintag sendiri di rumah karena bisa menimbulkan luka yang tidak rapi, perdarahan, dan risiko infeksi.

Jika skintag mengganggu penampilanmu, percayakan penghilangannya kepada dokter spesialis kulit di Seby Clinic melalui prosedur electrocauter yang aman, cepat, dan memberikan hasil yang bersih. Hubungi WhatsApp 082120583132 atau kunjungi sebyclinic.co.id/layanan untuk informasi lebih lanjut dan reservasi tindakan hari ini.


Artikel ini bersifat edukatif dan disusun berdasarkan konten edukasi dari dr. Undang Suhirianto, Sp.DVE yang tersedia di TikTok Seby Clinic dan video lanjutannya. Untuk diagnosis dan penanganan skintag yang tepat, selalu konsultasikan kondisimu dengan dokter spesialis kulit dan kelamin di Seby Clinic.

Bagikan:

Facebook
Telegram
Twitter
LinkedIn
WhatsApp

Tinggalkan Komentar

Lihat Pula

Artikel Terkait

Keranjang Belanja
Scroll to Top