
Biduran umumnya dikenal sebagai reaksi alergi yang menimbulkan bentol kemerahan dan rasa gatal di kulit. Namun, pada kondisi tertentu, biduran juga bisa disertai sesak napas. Kondisi ini tidak boleh dianggap sepele.
Jika biduran sampai memengaruhi saluran pernapasan, kondisi tersebut disebut angioedema. Angioedema merupakan pembengkakan yang terjadi di lapisan kulit paling dalam. Secara kasat mata, angioedema dapat terlihat sebagai pembengkakan pada kelopak mata dan bibir. Namun, yang perlu diwaspadai, pembengkakan ini juga bisa terjadi pada mukosa saluran napas.
Apabila pembengkakan mengenai saluran napas, penderita dapat mengalami sesak napas, suara napas berbunyi, hingga rasa sulit bernapas. Inilah yang membuat angioedema menjadi kondisi yang lebih serius dibandingkan biduran biasa.
Secara medis, biduran dan angioedema sebenarnya merupakan dua diagnosis yang berbeda. Namun, dalam praktiknya, keduanya sering muncul secara bersamaan. Oleh karena itu, tanda bahaya yang harus diperhatikan adalah biduran yang disertai sesak napas. Jika kondisi ini terjadi, penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan penanganan cepat.
Sementara itu, bila biduran hanya disertai pembengkakan pada bibir atau kedua kelopak mata tanpa adanya sesak napas, penderita masih bisa memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin.
Penting untuk diingat, tidak disarankan membeli atau mengonsumsi obat sendiri tanpa anjuran dokter. Pengobatan yang tidak sesuai dapat memperburuk kondisi atau tidak mengatasi penyebab utamanya.
Jika mengalami biduran dengan gejala yang tidak biasa atau semakin berat, segera cari bantuan medis agar mendapatkan penanganan yang tepat dan aman.
Biduran Bisa Menyebabkan Sesak Napas, Ini Penjelasannya
Biduran umumnya dikenal sebagai reaksi alergi yang menyebabkan bentol merah dan gatal pada kulit. Namun, dalam keadaan tertentu, biduran juga dapat disertai dengan kesulitan bernapas. Kondisi ini tidak boleh dianggap enteng.
Jika biduran memengaruhi saluran pernapasan, disebut angioedema. Angioedema adalah pembengkakan yang terjadi pada lapisan kulit yang lebih dalam. Secara visual, angioedema dapat bermanifestasi sebagai pembengkakan kelopak mata dan bibir. Namun, penting untuk dicatat bahwa pembengkakan ini juga dapat terjadi pada selaput lendir saluran pernapasan.
Jika pembengkakan memengaruhi saluran pernapasan, penderitanya mungkin mengalami sesak napas, mengi, dan kesulitan bernapas. Hal ini menjadikan angioedema sebagai kondisi yang lebih serius daripada biduran biasa.
Secara medis, biduran dan angioedema sebenarnya adalah dua diagnosis yang berbeda. Namun, dalam praktiknya, keduanya sering terjadi bersamaan. Oleh karena itu, tanda peringatan yang perlu diwaspadai adalah biduran yang disertai dengan kesulitan bernapas. Jika hal ini terjadi, penderita harus segera dibawa ke dokter atau rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Jika ruam hanya disertai pembengkakan bibir atau kedua kelopak mata tanpa kesulitan bernapas, dokter kulit dapat dikonsultasikan.
Penting untuk diingat bahwa pengobatan sendiri tidak dianjurkan. Pengobatan yang tidak memadai dapat memperburuk kondisi atau gagal mengatasi penyebab yang mendasarinya.
Jika Anda mengalami ruam dengan gejala yang tidak biasa atau semakin parah, segera cari pertolongan medis untuk mendapatkan perawatan yang tepat dan aman.





