Pernahkah kamu merasakan nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, disertai keluarnya cairan kental yang tidak biasa dari area kelamin? Banyak orang menganggap keluhan ini sebagai masalah kecil yang akan sembuh sendiri. Padahal, gejala tersebut bisa jadi merupakan tanda dari sebuah infeksi menular seksual yang perlu segera ditangani oleh dokter spesialis.
Dalam sebuah video edukasi di Instagram resmi Seby Clinic, dr. Carissa Adriana, Sp.DVE dari Seby Clinic menegaskan bahwa keluhan nyeri saat buang air kecil dan keluarnya cairan kental dari alat kelamin perlu digali lebih dalam karena bisa jadi merupakan tanda infeksi gonore atau kencing nanah. Beliau menyampaikan beberapa pertanyaan penting yang perlu dijawab, antara lain kapan cairan itu mulai muncul, apakah kira-kira satu minggu setelah terakhir berhubungan seksual, apakah warnanya putih kekuningan dan meninggalkan bercak di celana dalam pada pagi hari, serta apakah muncul pembengkakan atau kemerahan pada alat kelamin.
Jika kamu atau orang-orang terdekatmu mengalami gejala tersebut, artikel ini wajib dibaca sampai selesai.
Konteks Penting: Semarang Masuk Peringkat Tertinggi Kasus HIV di Jawa Tengah
Sebelum membahas gonore lebih jauh, penting untuk memahami konteks kesehatan masyarakat yang melatarbelakangi mengapa edukasi tentang infeksi menular seksual (IMS) ini sangat mendesak, khususnya bagi warga Semarang dan sekitarnya.
Kota Semarang menjadi daerah dengan kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2025, dengan angka mencapai 620 kasus sepanjang tahun tersebut. Dari data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Semarang, kelompok risiko dengan proporsi temuan tertinggi berasal dari laki-laki seks dengan laki-laki sebesar 44 persen, diikuti pasien Tuberkulosis 12 persen, pasangan risiko tinggi 11 persen, populasi umum 11 persen, dan pasien infeksi menular seksual 9 persen. Seby ClinicSeby Clinic
Fakta ini menjadi pengingat keras bahwa IMS, termasuk gonore, bukanlah isu yang bisa diabaikan. Gonore dan HIV memiliki hubungan yang erat karena dapat menginfeksi saluran reproduksi, rektum, tenggorokan, dan mata, dan adanya infeksi IMS aktif seperti gonore terbukti meningkatkan risiko penularan HIV secara signifikan karena kerusakan jaringan yang ditimbulkan mempermudah virus masuk ke dalam tubuh. Teropongjateng
Seby Clinic Semarang hadir sebagai salah satu klinik spesialis kulit dan kelamin yang siap membantu masyarakat Semarang dan sekitarnya untuk mendapatkan diagnosis serta penanganan yang tepat.
Gonore Disebabkan Bakteri, Bukan Virus, dan Sangat Mudah Menular
Gonore atau kencing nanah adalah penyakit menular seksual akibat infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae, yang bisa menginfeksi penis, vagina, serviks, saluran kencing, tenggorokan, hingga mata. GoodStats
Seperti yang dijelaskan oleh dr. Carissa Adriana, Sp.DVE, hal ini dapat menular melalui hubungan seksual vaginal, anal, maupun oral dengan orang yang terinfeksi. Selain itu, gonore juga dapat ditularkan dari ibu yang terinfeksi kepada bayinya saat proses persalinan, yang bisa menyebabkan infeksi serius pada mata bayi.
Bakteri tersebut bisa menyebar lewat cairan vagina atau sperma yang keluar saat berhubungan seksual, dan banyak orang yang terkena penyakit ini tidak menunjukkan gejala dan merasa baik-baik saja sehingga tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Kondisi inilah yang membuatnya sangat berbahaya karena penderita yang tidak menyadari infeksinya bisa terus menularkan bakteri kepada pasangan seksualnya. GoodStats
Uretritis Gonore pada Pria Memiliki Gejala yang Lebih Mudah Dikenali
Pada pria, infeksi ini dikenal secara medis sebagai Uretritis Gonore, yaitu peradangan pada uretra atau saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini umumnya menunjukkan gejala yang lebih mudah dikenali dibandingkan pada wanita.
Pada pria, tanda gonore biasanya muncul 2 sampai 7 hari setelah infeksi, namun kemunculan gejala awal juga bisa memakan waktu hingga 30 hari. Sekitar 10 hingga 15 persen pria yang mengalami kondisi ini tidak mengalami gejala apapun. Primaya Hospital
Gejala Uretritis Gonore pada pria yang paling umum meliputi:
Pertama, nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil yang seringkali menjadi keluhan pertama yang mendorong pria untuk memeriksakan diri ke dokter. Kedua, keluarnya nanah dari penis yang biasanya berbau dan menimbulkan rasa nyeri, keadaan ini terjadi setelah 5 hingga 14 hari terinfeksi. Ketiga, adanya bercak putih kekuningan pada celana dalam terutama pada pagi hari, seperti yang dijelaskan oleh dr. Carissa Adriana, Sp.DVE. Keempat, pembengkakan atau kemerahan pada ujung penis. Kelima, rasa gatal atau tidak nyaman di area uretra. Alodokter
Jika tidak segera ditangani, infeksi gonore yang tidak diobati dengan baik pada pria dapat menyebabkan nanah pada ujung penis dan epididymitis, yaitu peradangan pada epididymis yang merupakan saluran keluar dan tempat penyimpanan sperma, sehingga dapat mengganggu kualitas sperma dan menyebabkan infertilitas. BPS Jawa Tengah
Servisitis Gonore pada Wanita Sering Tanpa Gejala, Justru Lebih Berbahaya
Pada wanita, infeksi ini dikenal secara medis sebagai Servisitis Gonore, yaitu peradangan pada serviks atau leher rahim yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae. Kondisi ini jauh lebih sulit dideteksi karena seringkali tidak menimbulkan gejala sama sekali.
dr. Carissa Adriana, Sp.DVE secara tegas menyampaikan dalam video edukasinya bahwa pada wanita, biasanya terjadi tanpa gejala atau asimtomatik. Ini adalah informasi yang sangat penting karena banyak wanita yang tidak menyadari dirinya terinfeksi gonore dan tidak segera mencari pertolongan medis.
Gonore umumnya tidak menimbulkan gejala, terutama pada wanita, namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat menimbulkan komplikasi yang serius seperti radang panggul pada wanita serta epididimitis pada pria. Teropongjateng
Ketika Servisitis Gonore pada wanita menimbulkan gejala, keluhan yang muncul bisa berupa keputihan yang lebih banyak dari biasanya dengan warna dan bau yang tidak normal, nyeri atau sensasi terbakar saat buang air kecil, pendarahan di luar siklus menstruasi, serta nyeri pada perut bagian bawah atau panggul.
Infeksi gonore dapat menyebar hingga ke rahim dan saluran indung telur atau tuba falopi, yang apabila meluas dapat menyebabkan penyakit radang panggul, meningkatkan risiko terjadinya jaringan parut pada saluran indung telur, dan bila tidak diatasi maka meningkatkan komplikasi pada kehamilan maupun infertilitas atau kemandulan pada wanita. Kemkes
Itulah mengapa dr. Carissa Adriana, Sp.DVE sangat menekankan agar baik penderita maupun pasangannya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin, meskipun pasangan wanita tidak merasakan gejala apapun.
Tidak Hanya Menyerang Area Kelamin
Banyak orang mengira gonore hanya menyerang area genital. Padahal, seperti yang dijelaskan dr. Carissa Adriana, Sp.DVE, bakteri Neisseria gonorrhoeae juga bisa menginfeksi mata, tenggorokan, dan rektum.
Infeksi gonore pada rektum biasanya terjadi melalui hubungan seksual anal dan dapat menimbulkan gejala berupa gatal pada sekitar anus, keluarnya cairan kental, pendarahan, nyeri, maupun konstipasi atau sembelit. Banyak kasus infeksi gonore pada rektum juga tidak menunjukkan gejala yang jelas sehingga sering tidak terdiagnosis.
Hubungan seksual melalui mulut atau seks oral dengan seorang penderita gonore biasanya akan menyebabkan gonore pada tenggorokan atau faringitis gonokokal, umumnya infeksi tersebut tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang-kadang menyebabkan nyeri tenggorokan dan gangguan untuk menelan. BPS-Statistics Indonesia
Luasnya area tubuh yang bisa terinfeksi gonore ini menjadi alasan tambahan mengapa pemeriksaan menyeluruh oleh dokter spesialis sangat diperlukan, dan tidak cukup hanya berdasarkan gejala yang dirasakan sendiri.
Gonore yang Tidak Diobati Bisa Menyebabkan Komplikasi Serius hingga Kemandulan
Salah satu alasan terpenting untuk tidak menunda pemeriksaan adalah risiko komplikasi jangka panjang yang sangat serius jika gonore dibiarkan tanpa pengobatan yang tepat.
Gonore dapat menimbulkan komplikasi yang serius seperti radang panggul pada wanita serta epididimitis pada pria, oleh karena itu pengobatan gonore harus dilakukan secara tepat dan segera. Teropongjateng
Pada wanita, komplikasi gonore yang paling ditakuti adalah penyakit radang panggul yang bisa merusak tuba falopi secara permanen dan menyebabkan kemandulan, serta meningkatkan risiko kehamilan ektopik yang mengancam jiwa.
Pada pria, gonore yang tidak diobati bisa menyebabkan epididimitis kronis yang berujung pada kerusakan permanen pada sistem reproduksi dan infertilitas.
Yang lebih mengkhawatirkan, berdasarkan data BPS 2025, Jawa Tengah mencatat 6.057 kasus HIV/AIDS dan menjadi salah satu dari tiga provinsi dengan kasus tertinggi di Indonesia bersama Jawa Timur dan Jawa Barat. Adanya infeksi gonore aktif yang tidak diobati terbukti meningkatkan risiko tertular atau menularkan HIV karena luka dan peradangan pada jaringan mukosa mempermudah masuknya virus. Kompas
Diagnosis Memerlukan Pemeriksaan Laboratorium, Bukan Hanya dari Gejala
Tidak bisa mendiagnosis gonore hanya berdasarkan gejala semata. Pemeriksaan laboratorium adalah satu-satunya cara untuk memastikan diagnosis secara akurat.
Untuk memastikan diagnosis gonore, beberapa tes laboratorium dapat dilakukan, antara lain pemeriksaan mikroskopis dan pewarnaan gram dengan sampel yang diambil menggunakan swab, kultur bakteri untuk menumbuhkan bakteri Neisseria gonorrhoeae, serta tes PCR atau Polymerase Chain Reaction yang mendeteksi materi genetik dari Neisseria gonorrhoeae dalam sampel urin atau cairan yang diambil dari uretra, serviks, atau rektum. HonestDocs
Inilah mengapa pemeriksaan langsung ke dokter spesialis kulit dan kelamin menjadi langkah yang tidak bisa dilewatkan. Dokter tidak hanya akan mengevaluasi gejala secara klinis, tetapi juga akan menentukan jenis pemeriksaan laboratorium yang paling tepat sesuai kondisi masing-masing pasien.
Bisa Disembuhkan, Tapi Harus dengan Antibiotik yang Tepat dari Dokter
Kabar baiknya, gonore adalah penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan antibiotik yang tepat. Namun, yang perlu diwaspadai adalah ada beberapa golongan antibiotik yang sudah resisten terhadap gonore yaitu kuinolon, penisilin, tetrasiklin, dan obat-obat golongan sulfa, sehingga bila keadaan tidak membaik disarankan untuk kultur dari spesimen serta mengganti golongan obat tersebut. BPS-Statistics Indonesia
Inilah mengapa sangat penting untuk tidak mengobati gonore secara mandiri dengan antibiotik yang dibeli bebas tanpa resep dokter. Penggunaan antibiotik yang tidak tepat justru bisa memperparah resistensi bakteri dan membuat gonore semakin sulit diobati.
Pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter spesialis kulit dan kelamin yang akan menentukan jenis antibiotik yang paling efektif sesuai kondisi dan hasil pemeriksaan laboratorium pasien.
Segera Periksakan Diri: Konsultasi dengan Dokter Spesialis di Seby Clinic
Seperti yang ditegaskan oleh dr. Carissa Adriana, Sp.DVE, jika kamu mengalami gejala gonore atau memiliki risiko terpapar infeksi menular seksual, kamu dan pasangan sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis kulit dan kelamin. Jangan tunda dan jangan anggap sepele, karena semakin cepat ditangani, semakin kecil risiko komplikasi yang bisa terjadi.
Untuk penjelasan langsung dari dr. Carissa Adriana, Sp.DVE mengenai gonore dalam bahasa yang mudah dipahami, kamu bisa menonton video edukasi lengkapnya di Instagram resmi Seby Clinic. Follow akun @sebyclinic_official untuk mendapatkan lebih banyak konten edukasi kesehatan kulit dan kelamin dari para dokter spesialis Seby Clinic.
Seby Clinic adalah klinik spesialis kulit dan kecantikan yang telah berdiri sejak tahun 2000 di bawah pimpinan dr. Undang Suhirianto, Sp.KK, dengan pengalaman lebih dari dua dekade menangani berbagai masalah kulit dan kelamin termasuk infeksi menular seksual. Dengan tim dokter spesialis DVE yang kompeten dan fasilitas pemeriksaan yang lengkap, Seby Clinic siap memberikan penanganan yang tepat, aman, dan terjaga kerahasiaannya.
Kamu bisa memeriksakan diri melalui konsultasi online yang mudah dan terjaga privasinya melalui WhatsApp di nomor 082120583132, atau datang langsung ke Seby Clinic Semarang di Jl. Taman Gedung Batu Raya No.26, Semarang Barat, maupun ke cabang lainnya di Cirebon, Kaliwungu, Purwodadi, dan Indramayu.
Kesimpulan
Gonore adalah infeksi menular seksual yang tidak boleh diremehkan. Dari Uretritis Gonore pada pria yang ditandai keluarnya cairan kental dan nyeri saat buang air kecil, hingga Servisitis Gonore pada wanita yang seringkali hadir tanpa gejala sama sekali, keduanya sama-sama berpotensi menimbulkan komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Di tengah kondisi Kota Semarang yang mencatat angka kasus HIV/AIDS tertinggi di Jawa Tengah, kesadaran tentang IMS termasuk gonore menjadi semakin penting dan mendesak. Gonore bukan hanya masalah pribadi, melainkan juga masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian bersama.
Jangan tunda pemeriksaan. Hubungi Seby Clinic melalui WhatsApp 082120583132 atau kunjungi sebyclinic.co.id/layanan untuk segera mendapatkan konsultasi dengan dokter spesialis kulit dan kelamin yang berpengalaman.





